Assalamualaikum wr. wr.
Perkenalkan namaku Astra (nama aku samarkan untuk menjamin ketentraman wkwk), sekarang sedang mempuh jalan yang sangat terjal sebagai mahasiswa baru Teknik Mesin. Aku bingung, mencari tempat untuk mencurahkan keluh kesah hati. Sampai akhirnya, aku manemukan tempat yang sudah jarang aku jamah saat ini. Blog yang dulu aku bangun dengan tujuan agar menjadi penulis blog yang bisa mendatangkan profit. Tapi itu hanya angan belaka. Diriku yang dulu sangat polos, berpikir bahwa uang bisa didatangkan dengan mudah. Sekarang aku sadar semua perlu perjuangan.
Stop. Mengapa ini jadi masalah uang? Aku disini ingin mencurahkan keluh kesahku sebagai mahasiswa baru Teknik Mesin UNDIP. Departemen Teknik Mesin merupakan salah satu departemen bergengsi tinggi yang ada di UNDIP. Terakreditas A di tingkat nasional dan mendapat predikat A dari badan akreditasi luar negeri. Dulu aku berpikir, dengan masuk departemen ini aku akan dituntut untuk belajar, belajar, dan belajar. Saat aku SMA dulu, aku berpikir kuliah di departemen teknik mesin akan dikelilingi oleh buku, komputer, laporan, jurnal dan hal-hal berbau akademis lainnya. Aku berpikir demikian karena akreditasnya yang menurutku sudah sangat baik.
Tapi ternyata, semua berbeda 180 detajat. Istilah teknik tidak akan pernah lepas dari yang namanya dunia keras. Jadi buat kamu yang masih di SMA dan ngebayangin kuliah itu cuma tugas dan buku, kamu salah. Mungkin di jurusan lain seperti itu, tapi di tenik mesin, solidaritas adalah nomor 1. Solid dalam apapun, yang baik maupun yang buruk. Dan istilah kader yang keras. Keras dalam artian (yang kebanyakan) positif.
Pokoknya kalo kalian mau ngambil teknik mesin, urusan akademik, pinter, dan lainnya itu nomor 2. Menurutku yang harus banget kalian punya adalah mental baja. So all, itu aja sih. aku cuma mau nekenin di kalimat tadi, "kalian harus punya mental baja".
Mungkin itu aja ya dari aku. Untuk lebih lanjutnya aku akan posting lagi lain hari. So guys, thanks a lot.
Wassalamualaikum wr. wb.
